
Keterangan Gambar : Suasana sosialisasi pendidikan budaya politik bagi pemilih pemula yang menyasar para SMA dan SMK di kota Mamuju, Kamis (28/7/2022).
ESENSI7.COM, MAMUJU- Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat (Sulbar) gelar sosialisasi pendidikan budaya politik bagi pemilih pemula yang menyasar para SMA dan SMK di kota Mamuju, Kamis (28/7/2022).
Sosialisasi pendidikan politik itu turut dihadiri ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, kepala Kesbangpol Sulbar, herdin.
Hadir pula Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uin Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, sebagai pengamat politik dalam sosialisasi itu.
Para pesertanya pun cukup antusias mengikuti materi pendidikan budaya politik yang dipaparkan oleh tiga pemateri tersebut.
Kepala Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail mengatakan generasi muda sangatlah berpengaruh dalam partisipasi politik.
"Sebab pemilih mudah idelisme kecerdasanya masih sangat kuat, sehingga mereka mampu melihat sosok pemimpin yang kompoten," terang Herdin Isamail dalam pemaparanya.
Dijelaskan karakteristik pemilih mudah ialah lebih rasional, idealis, kritis, independen, dan anti status quo.
"Sehingga amatlah penting untuk mengarahkan para generasi muda agar ikut serta menggunakan hak politiknya," lanjutnya.
Ia berharap kepada seluruh peserta yang hadir, utamanya para generasi muda ambil peran penting dalam setiap perhelatan politik.
Sementara itu ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, mengatakan generasi muda merupakan arah penentu kemajuan daerah kedepanya.
Untuk itu generasi mudah haruslah sadar betapa pentingnya pendidikan politik, agar budaya politik yang terbangun di generasi muda ialah politik partisipasi.
"Generasi muda aktif ambil bagian dalam politik. Itulah budaya politik yang hendak kita bangun, yakni budaya partisipatif para generasi mudah," terang Suraidah Suhardi dalam pemaparanya.
Dijelaskan generasi muda harus melek politik, artinya menyadari hak pilihnya dalam menentukan arah pembangunan daerah kedepanya.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uin Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, banyaka menekankan para pemilih muda untuk tidak terlibat politih hitam.
"Artinya generasi muda itu punya idealisme yang harus dipertahankan dan menolak setiap kampanye politik hitam," terang Firdaus Muhammad.
Dirinya banyak menjelaskan perbedaan antara pengertian kekuasaan, eksekutif, dan legislatif. Karena hal itu haruslah banyak dipahami oleh generasi mudah.
Ia juga berpesan bagi para pemilih muda agar ikut lebih berpartisipasi lagi dalam hal politik, sebab generasi mudalah yang akan melanjutkan pembangunan suatu daerah kedepanya.(slm)









LEAVE A REPLY