Home Mamuju Ini Penjelasan Kadisbun Sulbar Soal Dirinya Tidak Hadir di RDP Pembahasan Polemik TBS

Ini Penjelasan Kadisbun Sulbar Soal Dirinya Tidak Hadir di RDP Pembahasan Polemik TBS

401
0
SHARE
Ini Penjelasan Kadisbun Sulbar Soal Dirinya Tidak Hadir di RDP Pembahasan Polemik TBS

Keterangan Gambar : Kadisbun Sulbar Syamsul Ma'rif

ESENSI7.COM Mamuju- Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Sulawesi Barat (Sulbar) Syamsul Ma’rif menanggapi soal ketidak hadiran dirinya saat rapat dengar pendapat (RDP). 

RDP yang membahas soal polemik kelapa sawit di DPRD Provinsi Sulbar pada Selasa (14/6/2021) kemarin. 

Syamsul Ma’rif mengatakan dirinya saat itu sedang menghadiri kegiatan launcing Kopi Marasa di Kabupaten Polewali Mandar. 

"Kehadiran saya di Polman untuk mempersiapkan launcing proper sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran PKN 2 di LAN Makassar yang saat ini saya lakoni." terang syamsul ma'rif saat ditemui di kantornya, Jumat (17/6/2022). 

Ia juga mengakui bahwa undangan yang diterimanya adalah undangan komisi 2, sehingga untuk mengefisienkan waktu ia menanggapinya dengan menugaskan salah satu kepala bidangnya.

"Launching proper ini juga prioritas untuk segera dilakukan karena waktunya sudah mepet. Sebelum berangkat ke Polman saya sudah meminta untuk menghadap ke PJ Gubernur, tapi sampai jam 12 belum ada waktu pak Gubernur karna beliau sedang sibuk. Sehingga saya memberi tahukan ajudan akan segera ke Polman dan akan melapor setelah balik". Jelas beliau.

Meski begitu ia tetap menerima teguran dari atasannya, dan teguran itu dijadikan sebagai pembelajaran. 

Namun jika dikatakan banyak jurus oleh dewan yang terhormat ia membenarkan bahwa untuk mengatasi banyaknya hal-hal yang seharusnya diperhatikan.

Menurutnya "Di Sulbar bukan hanya ada petani sawit, tapi ada juga petani kakao, petani kopi dan petani yang lain.

Jadi kita harus banyak jurus untuk melayani semua petani yang ada agar kita tidak hanya fokus pada satu jenis petani saja" responnya.

Ia juga menaggapi pernyataan para petani soal Kadisbun dinilai tidak tegas dalam menerapkan aturan harga TBS. 

Menurutnya saat itu, mengapa perusahaan tidak mematuhi pembelian TBS sesuai harga yang ditetapkan. 

"Karena saat itu, terjadi penutupan krang ekspor CPO, sehingga perusahaan kualahan untuk membeli TBS sesuai harga," terangnya.