Home Mamuju Tuntutan Terbukti Benar, HMI Mamuju Justru Mendapat Tindakan Represif

Tuntutan Terbukti Benar, HMI Mamuju Justru Mendapat Tindakan Represif

892
0
SHARE
Tuntutan Terbukti Benar, HMI Mamuju Justru Mendapat Tindakan Represif

ESENSI7.COM MAMUJU-22 Mei 2024 

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi Jilid II di dua lokasi strategis, yakni di Polresta Mamuju dan di Kantor Bank Indonesia (BI), pada Selasa 21 Mei 2024 kemarin.

Aksi pertama dilakukan didepan Polresta Mamuju dengan mendorong pihak Polresta menjalankan tugas secara profesional, sebab mereka menilai Aparat penegak hukum dalam hal ini polrseta mamuju dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugas, “Ada indikasi kasus yang melibatkan diduga informan salah satu bagian dari institusi polri dipolda Sulbar akan dihentikan, padahal saat hari pertama dan hari kedua kami melakukan kordinasi dengan pihak penyidik mengatakan tidak akan menutup nutupi kasus tersebut karna kasus berbahaya” Ungkap Dahril, ketum HMI Cabang Mamuju.

“Lebih lucu lagi Kapolresta mengatakan dilimpahkan ke Polda Sulbar,Ada apa? Ini kasus dilaporkan di polresta Mamuju, dan proses awalnya juga dipolresta. Saat ini kami makin yakin kasus ini tidak terungkap secara terang benderang, dalang dan pihak yang terlibat, sebab  adanya keterlibatan oknum anggota polri dalam kasus tersebut. Kami berharap Kapolda mengambil sikap. Masa kita melindungi oknum dan merusak citra institusi sendiri, padahal barang bukti berupa uang palsu kurang lebih 37 juta sudah ditangan penyidik polresta Mamuju, sesuai hasil rekaman, hasil screenshot percakapan, dan hasil foto dengan semua pihak yang ada pada kami.  Kredibilitas dan transparansi sangat penting untuk mengentaskan peredaran uang palsu sampai ke akar akarnya. Kami apresiasi atas pemberantasan kejahatan oleh Polda sulbar, tapi jangan menggunakan kejahatan  untuk memberantas kejahatan lain” Lagi, Dahril.

Titik aksi kedua tepat didepan kantor BI perwakilan Sul-Bar, atas Maraknya peredaran Uang Palsu yang beredar di kota Mamuju, Peran/fungsi BANK INDONESIA dalam  pengawasan  penanggulangan peredaran Uang Palsu justru mereka abaikan dan ingin melepaskan   diri dari tugasnya, terdeskripsi secara jelas dalam tanggapan humas BI  mengatakan tidak ada fungsi pengawasan tetapi hanya edukasi, padahal sebagaimana yang tertuang dalam peraturan bank indonesia tentang pengelolaan uang rupiah, pada BAB. KORDINASI DAN KERJA SAMA PADA PASAL 66 adalah bentuk represif penanggulangan pemberantasan peredaran uang palsu. Strategi pencegahan itu berbentuk preventif, preemtif dan represif, Penemuan peredaran uang palsu mengindikasikan  kegagalan  Bank Indonesia Sulawesi Barat dalam memberikan edukasi kepada Masyarakat dan Gagal membangun komunikasi dan kerjasama kepada pihak lain, dalam penanggulangan peredaran Uang Palsu” Jelasnya.

“Meski mendapat tindakan represif kami tidak akan mundur” Jelasnya lagi.

“Komitmen Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mamuju didukung masyarakat, pelaku umkm,pengawai usaha kecil,dan korban menjadi spirit HMI Mamuju akan mengawal kasus ini sampai TUNTAS” ,

Aksi ini adalah aksi kepedulian terhadap keresahan masyarakat  yang memang impactnya sangat berbahaya untuk perekonomian adapun Tuntutan Aksi sebagai berikut:

1. Meminta kepada Polresta Mamuju mengusut tuntas peredaran uang palsu secara profesional

2. Mendesak kepala bank Indonesia (BI) perwakilan sul-bar untuk mundur dari jabatannya karena tidak becus dalam menjalankan tugasnya

3. Copot humas bank Indonesia dari jabatannya

4. Meminta kepada bank indonesia untuk tidak palying victim

5. Meminta gubernur Bank Indonesia agar mencopot kepala bank Indonesia perwakilan sul-bar  serta mengevaluasi pejabatnya

6.Meminta Kapolresta mamuju, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat dan Kepolisian Republik Indonesia memberikan pemahaman penekanan etik moral dan bimbingan teknis anggota kepolisian polresta mamuju agar dapat bekerja profesional,terwujudnya penegakan hukum tanpa pandang bulu. Dalam  aksi ini diwarnai aksi saling dorong hingga terjadi tindakan refresif terhadap massa aksi seperti yang terlihat dalam vidio yang beredar yang dilakukan oleh oknum TNI.