Home Mamuju Ratusan Sertifikat Gratis Belum Rampung, Kades Mengamuk di Kantor BPN Mamuju

Ratusan Sertifikat Gratis Belum Rampung, Kades Mengamuk di Kantor BPN Mamuju

409
0
SHARE
Ratusan Sertifikat Gratis Belum Rampung, Kades Mengamuk di Kantor BPN Mamuju

Keterangan Gambar : Kades Tan Rahmat Kasim, saat berdialog dengan kepala BPN/ATR Mamuju, sempat memanas, Senin (1/8/2022).


ESENSI7.COM, MAMUJU- Ratusan serifikat Pendftaran Tanah Sistimatis Lengakap (PTSL) belum rampung dari tahun 2019 hingga tahun 2022, di kantor BPN/ATR Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Membuat kepala Desa Taan, Kecamatan Tapalang,  Kabupaten Mamuju, mengamuk di Kantor BPN,  Mamuju,  Senin (01/08/2022) kemarin.

Kades Taan mengamuk di kantor BPN Mamuju,  akibat kecewa dengan janji pihak BPN yang hingga saat ini belum juga terealisasi, ratusan sertifikat gratis melalui program PTSL masih belum rampung.

Petugas BPN yang menemui Kades Taan,  berupaya menenangkan Kades dan sejumlah tokoh masyarakat yang menemani Kades menemui pihak BPN Mamuju.

Aksi mengamuk Kades baru mereda setelah Kepala BPN Mamuju, menemui Kades dan sejumlah warga yang mengamuk tersebut.

Menurut Kades Taan,  Rahmat Kasim,  saat ini masih ada sekitar 200 sertifikat warga Desa Taan yang belum diserahkan oleh pihak BPN kepada warga. Seharusnya srrifikat tetsebut sush ramlung sejak tahub 2019 lalu.

"Entah apa penyebabnya ratusan sertifikat tetsebut hingga saat ini belum rampung dan belum diserahkan kepada warga," kesal Ramat Kasim.

Kepala Kantor BPN Mamuju, Andi Mappangile,  membenarkan adanya tunggakan sertifikat gratis milik warga. Terjadinya tunggakan sertifikat gratis tetsebut dia belum menjabat sebagai kepala kantor.

"Saya akui adanya ratusan sertifikat warga yang belum rampung padahal sertifikat itu dibuat mellalui program PTSL tahun anggaran 2019 lalu," terang Andi Mappangile yang ditemui wartawan usai pertemuan dengan pihak Kades Taan yang mengamuk.

Lebih jauh Andi Mappangile menjelaskan,  pihaknya juga sudah menyerahkan sekitar 370 serrifikat warha desa Taan kepada Dinas Perikanan.  Saat ini hanya tinggal sekitar kurang lebih 200 sertifikat yang belum diserahkan.

"Saya berjanji dlam wakru dekat semua serrifikat warga yang belum ramlung tetsebut akan saya selesaikan, " janji Andi Mappangile pada wartawan. (Slm).