
Keterangan Gambar : Saling dorong antara massa aksi KMS Sulbar dengan Satpol PP di kantor bupati Mamuju Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Selasa (19/7/2022).
ESENSI7.COM, MAMUJU- Aksi unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Sulawesi Barat (Sulbar) di kantor Bupati Mamuju diwarnai kericuhan, Selasa (19/7/2022).
Mereka menuntut kejelasan penyaluran bantuan bencana gempa bumi 2021 lalu, mulai dari tahap satu dan dua.
Massa aksi menilai terdapat kerancauan penyaluran bantuan dana tunggu hunian (DTH) yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Unjuk rasa yang awalnya berjalan damai tersebut diwarnai kericuhan dan aksi saling dorong antara massa aksi dengan Satpol PP Mamuju.
"Kami meminta kejelasan penyaluran bantuan gempa, terlebih setelah adanya surat edaran dari BNPB pusat," terang korlap aksi, Irfan dalam orasinya.
Namun setelah beberapa jam orasi, tak ada satupun pejabat yang menemui massa aksi tersebut.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, pasalnya sejumlah massa aksi memaksa untuk bertemu dengan bupati Mamuju.
Beruntung pihak keamanan mampu melerai emosi yang sempat tersulut dari kedua belah pihak.
Kericuhan pun dapat dilerai dengan menenangkan massa yang sempat emosi lantaran tak ditemui bupati Mamuju.
Setelah beberapa saat, akhirnya massa aksi pun diterima untuk audiens di aula kantor bupati Mamuju.
Sejumlah tuntutan pun disampaikan KMS Sulbar mengenai progres penangana bantuan gempa bumi 2021 lalu.(slm)









LEAVE A REPLY