Home Mamuju Jurnalis Diperlakukan Tidak Etis, HMI MPO Mamuju Angkat Bicara

Jurnalis Diperlakukan Tidak Etis, HMI MPO Mamuju Angkat Bicara

401
0
SHARE
Jurnalis Diperlakukan Tidak Etis, HMI MPO Mamuju Angkat Bicara

Keterangan Gambar : Ketua HMI MPO Cabang Mamuju, Ahyar.


ESENSI7.COM,MAMUJU- HMI MPO Cabang Mamuju, menyayangkan tindakan yang tidak etis diterima kawan-kawan jurnalis saat meliput kegiatan mentri ATR/BPN Hadi Tjahjanto pada Rabu (29/6/2022) kemarin.

Sebelumnya diberitakan sejumlah wartawan di Mamuju, mendapat perlakuan tidak etis dari oknum humas menteri ATR/ BPN saat hendak liputan.

Menanggapi hal itu, ketua HMI MPO Mamuju, Ahyar menyayangkan insiden tersebut.

Bahkan Ahyar menduga kehadiran menteri tersebut ada motif lain yang terselubung sehingga ditutupi dan dibatasi.

"Karena banyaknya masalah agraria di Sulbar saya menduga itu salah satu alasan sehingga kehadiran menteri ATR/BPN ini ditutup-tutupi dan dibatasi, Apa lagi beberapa masalah sedang bergulir dimeja penyidik bersumber dari keteledoran BPN," terang Ahyar saat dihubungi, Kamis (30/6/2022).

Lanjut dia, harusnya pihak BPN Sulbar membangun komunikasi yang baik ke kawan-kawan media sebelum menteri hadir.

"Ataukah memang ada upaya  menyembunyikan kehadiran beliau, sehingga insiden pelaragan itu terjadi ?," ungkap Ahyar. 

Ia pun menuntut pihak BPN Sulbar segera meminta maaf dan mengevaluasi instansi mereka, karena dinila gagal membangun komunikasi.

Diketahun mentri ATR/ BPN, Hadi Tjahjanto, tiba di Mamuju dalam rangka kegiatan rapat koordinasi gugus tugas reforma agraria. 

Sejumlah wartawan online dan cetak pun hendak meliput kegiatan itu di hotel Maleo, Rabu (29/6/2022). 

Namun saat hendak mengambil gambar sejumlah wartawan dilarang bahkan di dorong oleh oknum humas mentri ATR/ BPN. 

Hal itu disampaikan salah satu wartawan TribunSulbar.com, Rahman yang mendapat perlakuan tidak etis. 

"Saya didorong karena katanya hanya tiga orang yang bisa mengambil gambar. Kami sayangkan karena caranya kurang etis," kata Rahman.

Sementara itu, wartawan Radar Sulbar, Adhe, juga mengungkapkan hal yang senada. 

Menurutnya perlakuan itu sangat tidak etis terhadap wartawan yang sedang melakukan kerja-kerja jurnalistik. 

"Saat sementara ambil gambar, saya ditarik untuk segera meninggalkan tempat itu," jelas Adhe. 

Aksi tidak mengenakan tersebut juga dialami sejumlah wartawan lainnya saat hendak mengambil gambar. 

Rata rata wartawan yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakan tersebut pada saat mengambil gambar Mentri ATR/BPN  Hadi Tjahjanto.

Puluhan wartawan pun merasa kecewa dan meninggalkan acara itu serta melakukan aksi mogok meliput. 

Acara Rapat Koordinasi tersebut dihadiro oleh Gubernur Se- Sulawesi dengan Gubernur Se- Kalimantan secara Zoom. 

Acara itu juga untuk mendukung pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru.(SLM).