ESENSI7.COM MAMUJU- Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bank Indonesia Sulbar, tepatnya di Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Selasa 30 Januari 2024.
Aksi tersebut merupakan buntut dari sikap Bank Indonesia terkait pesta rakyat yang di gelr HMI kemarin.
Dahril selaku Ketum Cabang mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan tersebut merupakan respon atas tindakan yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia kepada Himpunan Mahasiswa Islam yang Ia anggap BI mendiskreditkan keluarga besar HMI.
“Dimana pihak BI tidak memiliki profesionalisme dalam berlembaga, kami dua kali mengirimkan surat audensi. Surat yang pertama kami masih normatif, di surat kedua permohonan audensi itu kami lampirkan TOR rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BADKO di Kabupaten Mamuju, dengan harapan mereka bisa melihat bahwa ada hal yang penting yang ingin didiskusikan oleh adik adik HMI, ternyata sama juga dengan surat pertama tidak dibalas atau direspon” Terang Dahril.
“Mengenai hal tersebut, kami mencoba untuk mengkonfirmasi melalui WhatsApp, alasan kenapa tidak menerima permohonan audensi kami. Jawaban nya sungguh menyakitkan bahwa mereka menjaga netralitas dimusim pemilu, memangnya kami ini partai politik..?. Inilah alasan hari ini kami turun kejalan, kami niatnya beraudensi dengan pihak BI karna ada program yang akan dilaksanakan oleh BADKO SULSELBAR diwilayah kami, dan kegiatan ini sangat relevan dengan BI yaitu UMKM Expo kita tau BI punya UMKM Binaan, dan punya tugas dalam menjaga stabilitas ekonomi disulbar sehingga kita ingin mengajak kerjasama, bukan minta bantuan dana dari mereka, Tapi ternyata BI tidak profesional sebagai lembaga pemerintah yang namanya cukup besar” Pungkasnya.
“Tentu sudah diketahui pasti bahwa HMI adalah lembaga kemahasiswaan yang memegang nilai-nilai independesi sebagaimana diatur dalam Ad/ART HMI sehingga tidak ada alasan untuk berafiliasi terhadap partai politik, dan kandidat dalam setiap pemilu” ,
“Sehingga sangat keliru apabila permintaan audiens kami pada saat itu ditolak pihak BI dengan alasan menjaga netralitas di tahun politik, tentu statement ini sangat mencederai nama baik organisasi Himpunan Mahasiswa Islam dan melukai hati kader HMI karna pada prinsipnya kami sangat menjaga independensi kami baik secara kelembagaan maupun secara kekaderan” Tegas Dahril.
“Akibat dari ketidak terbukaan pihak Bank Indonesia dalam melayani sehingga tidak memperhatikan terlebih dahulu lembaga kami serta tidak mencari tahu apa yang menjadi substansi dari tujuan permintaan audiens yang dilakukan oleh Badko HMI Sulselbar, Saya selaku ketua HMI Cabang Mamuju yang telah diberikan amanah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Badko HMI Sulselbar dalam hal ini Pesta Rakyat HMI dengan harapan pelaksanaan ini dapat membantu pemerintah mengatasi permasalahan inflasi dengan cara mengajak pihak BI untuk bekerjasama dalam kegiatan tersebut, namun kami sangat sayangkan pihak BI malah menanggapi kami seolah-olah terlibat politik praktis yang harus dijauhi” Ungkap Dahril Miris.
Dahril mengaku aksi yang dilakukan memungkinkan terjadi secara berjilid-jilid jika tidak ada itikad baik dari pihak Bank Indonesia Perwakilan Sulbar tersebut.
“Telah kami sampaikan secara tegas kepada Kepala Bank Indonesia untuk minta maaf secara terbuka melalui media nasional dan media lokal kepada Ketua BADKO HMI Sulselbar, Masyarakat Sulbar, dan para pelaku UMKM yang terlibat pada kegiatan pesta rakyat HMI. Jika sekiranya tidak dilakukan maka kami berkomitmen untuk kembali kedua kalinya dengan membawa massa yang lebih banyak dan tidak akan segan-segan meminta kepada Pimpinan tertinggi Bank Indonesia untuk mencopot jabatan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulbar karna kami anggap tidak becus memimpin Bank Indonesia, tidak profesional dan tidak mau mengakui kesalahan yang mereka perbuat” Jelas Dahril.
“Kami juga menunggu instruksi ketua umum BADKO SULSELBAR untuk melakukan aksi serentak atau menyatukan aksi untuk cabang cabang yang berada di Sulbar” Tutupnya.









LEAVE A REPLY