ESENSI7.COM MAMUJU-
Pergantian Sekwan DPRD Sulbar menuai sorotan dari para
legislator. Mereka mengancam ajukan Hak Interpelasi. Dua fraksi hampir pasti
mengajukan Hak Interpelasi terhadap keputusan Pj Gubernur Sulbar Prod Zudan
Arif yang melantik, Muhammad Hamzih menjadi Sekwan baru DPRD Sulbar,
menggantikan, Abdul Wahab.
Ketua DPRD Sulbar, Siti Suraidah Suhardi menjelaskan bahwa
keputusan PJ Gubernur Sulbar itu mencoreng Marwah lembaga legislatif.
Menurutnya, pihaknya tidak dilibatkan dalam pergantian itu.”Marwah lembaga tercoreng
akibat kejadian ini,” ujar Suraidah, Senin 22 Januari 2024.(dikutip dari Harian
fajar.co.id)
Terkait hal
tersebut, Kohati Cabang Mamuju merespon tindakan Ketua DPRD Sulbar. Irfah
menyampaikan “Ada apa DPR ini, bersuara ketika hal-hal seperti ini. Di saat
kita mendorong beberapa persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,
mereka justru bungkam terkadang surat permohonan untuk melakukan RDP itu tidak
direspon. Ada apa DPRD kita ini, harusnya pimpinan DPR ini sedikit melek
tentang aturan. Jangan karena keinginan dan kepentingan kelompok sehingga dalam
memahami aturan menggunakan kacamata kuda” ,
Baginya, persoalan
tersebut tidak substansial. Irfah, “yang terpenting saat ini adalah DPR di akhir-akhir
masa periodisasi, harusnya lebih fokus untuk merealisasikan harapan-harapan
masyarakat. Bukan justru memperlihatkan atau menampakkan secara terang-terangan
“kepentingan” mereka. lucu juga DPR kita ini bersuara dalam persoalan ini namun
bungkam ketika kepentingan masyarakat yang kita dorong ke sana untuk
diperjuangkan” Terangnya.
“Olehnya
itu, kami meminta pak Zudan fokus kepada tujuan, selama proses mutasi itu tidak
memiliki tendensi politik abaikan saja. Segala hal-hal yang dapat menghambat
proses berjalannya Pemerintahan untuk melakukan pelayanan dan pengabdian kepada
masyarakat” Lanjutnya.
“Kalau soal
rekomendasi, apakah ini karma dari ketua DPRD sendiri ? dimana saat
mengirimkan rekomendasi ke Kemendagri soal rekomendasi PJ Gubernur juga tidak
melewati segala mekanisme yang sebenarnya, tidak ada rapat dan pembahasan
secara umum DPRD Sulbar tiba-tiba ada rekomendasi yang dikirim ke Kemendagri.
Jadi sudah lah fokus saja mengabdi kepada masyarakat kawan-kawan DPRD” ,
“Kalau
kalian butuh data masyarakat mana yang harus diperjuangkan bukakan kami ruang,
kami siap beberkan” Tutup Irfah.









LEAVE A REPLY