Home Mamuju Beli Minyak Goreng Curah Pake Aplikasi PeduliLindungi, Pedagang di Pasar Mamuju : Merepotkan

Beli Minyak Goreng Curah Pake Aplikasi PeduliLindungi, Pedagang di Pasar Mamuju : Merepotkan

467
0
SHARE
Beli Minyak Goreng Curah Pake Aplikasi PeduliLindungi, Pedagang di Pasar Mamuju : Merepotkan

Keterangan Gambar : Minyak goreng curah dalam kemasan botol terpajang di lapak pedagang kompleks pasar baru Mamuju


ESENSI7.COM,MAMUJU-Pedagang di pasar tradisional Kabupaten Mamuju, merasa kebijakan beli minyak goreng curah pakai aplikasi PeduliLindungi atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) merepotkan.

Pemerintah pusat memberikan syarat pembelian minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu per liter dengan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi atau NIK.

Warga yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi bisa menggunakan NIK untuk membeli minyak goreng curah.

Setelah syarat baru tersebut berlaku, pembelian minyak goreng curah akan dibatasi 10 kilogram per NIK per hari.

Saat ini kebijakan itu belum berlaku di kompleks pasar baru Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema.

Stok minyak goreng curah pun saat ini melimpah dengan harga eceran Rp 17 ribu per liter.

Salah satu pedagang yang ditemui Jamaluddin, mengaku persyaratan itu akan sangat merepotkan bagi para pedagang dan pembeli.

"Sebab warung tidak akan berjalan lancar, jika dibatasi dalam pembelian minyak goreng curah, dan transaksi jual beli juga merepotkan," terang Jamaluddin saat ditemui, Senin (27/6/2022).

Hal itu dikarenakan warung makanan membutuhkan minyak goreng curah lebih banyak dari pada ibu rumah tangga.

Sementara kebijakan baru itu rencanaya akan ada pembatasan pembelian bagi setiap warga, yang harus memperlihatkan aplikasi  PeduliLindungi atau nik. 

Meski merepotkan, Jamaluddin juga senang sebab dengan kebijakan itu harga minyak goreng curah kembali murah.

Namun ia khawatir dengan kembali terjadinya kelangkaan stok minyak goreng curah.

Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, saat harga eceran tertinggi berlaku, terjadi kekuragan stok minyak goreng curah.

"Semoga kekuragan stok tidak terjadi lagi, jika kebijakan baru itu berlaku," sebutnya.

Kepala bidang perlindugan konsumen Dinas Perdagabgan (Disdag) Mamuju, Andi Acce Tenrisaung menyebut aplikasi PeduliLindungi akan terintegrasi dengan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah).

Aplikasi itu dikembangkan oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin) bersama kementrian lembaga lainya.

"Sebagai hubungan dari tata kelola sawit yang terintegritas dari hulu hingga hilir," singkat Andi Acce Tenrisaung via pesan singkat. (SLM).