Home Mamuju Anggap Analogi Burung Benih Pelecehan Verbal, Aktivis Perempuan : Jangan Disepelekan

Anggap Analogi Burung Benih Pelecehan Verbal, Aktivis Perempuan : Jangan Disepelekan

339
0
SHARE
Anggap Analogi Burung Benih Pelecehan Verbal, Aktivis Perempuan : Jangan Disepelekan

ESENSI7.COM MAMUJU - Tak terima analogi burung di anggap hal yang biasa di ucapkan, aktivis perempuan SulBar anggap ini benih pelecehan Verbal.

Seperti yang diketahui sebelumnya, PJ Gubernur SulBar telah menanggapi pelaporan dirinya melalui media resmi pemprov SulBar pada Selasa (08/08/2023).

Dalam pernyataannya tersebut, Irfa Yulianti (salah satu aktivis perempuan) menganggap banyak hal yang menjadi kontroversi. Salah satunya ketika Prof Zudan menyatakan bahwa analogi burung sudah banyak muncul di media sosial dalam bentuk video dan berita sebelum Ia pakai sebagai analogi.

"Saya kira Prof Zudan keliru ketika ia menganggap bahwa analogi burungnya pada saat acara coffe morning adalah hal biasa. Terlebih ia tidak melihat kondisi, dalam hal ini Kultur Masyarakat SulBar yang sepenunhya berbeda dengan daerah lain". Ucap Irfa saat kami temui pada Sabtu (12/08/2023).

Irfa menerangkan bahwa masyarakat SulBar adalah masyrakat yang berbudi pekerti dan menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan dalam bertindak dan bertutur kata.

Ia juga menambahkan, jika hal seksis seperti ini disepelekan, di anggap biasa dan di biasakan dalam sebuah pembicaraan, akan menjadi benih-benih pelecahan seksual secara verbal.

"Ia merupakan orang yang memimpin SulBar saat ini, maka seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Jika tidak di sikapi dengan tegas, Nanti masyarakatnya ikut-ikutan karena Gubernurnya saja boleh seperti itu. Hal ini bisa berakibat semakin banyaknya pelecahan verbal yang terjadi, dan biasanya kami para perempuan yang akhirnya menjadi objeknya". Tutup aktivis Perempuan tersebut.