ESENSI7.COM MAMUJU- Aksi demonstrasi dilakukan massa aksi yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulawesi Barat” di depan kantor Gubernur Sulawesi barat berujung ricuh, Senin(14/08/2023).
Aksi unjuk rasa yang membawa 7 tuntutan tersebut tidak ditemui PJ Gubernur, akibatnya massa aksi terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP.
Bentrok tersebut mengakibatkan satu massa aksi dilarikan ke RS Bhayangkara dan beberapa mengalami luka ringan.
Terkait hal tersebut, Ketua Ipmapus Cabang Mamuju, Akbar menyampaikan kecamannya yang menganggap PJ Gubernur tak becus menjadi pemimpin dan tindakan brutal dari Satpol PP.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi nya kemarin adalah bentuk pemantik solidaritas aktivis Sulbar.
Dihubungi viaa whatsapp, Akbar mengatakan “Kami, Ipmapus cabang Mamuju menganggap bahwa ke kebrutalan satpol PP itu tidak lain siapa pimpinan tertinggi saat ini yang ada di Pemprov. Satpol PP ini hanya alat untuk pengamanan dan tentu kita bisa bandingkan selama ini bagaimana Satpol PP menghadapi aksi” Ungkap Akbar.
Ia menganggap sikap Satpol PP mengamankan massa aksi itu berpengaruh pada siapa Pemimpinnya.
“Artinya apa, hari ini sikap brutal Satpol-PP itu tidak lepas dari adanya pengaruh dari PJ Sulbar pak prof Zudan ini. Sebab alat itu tergantung siapa yang mengunakan, jika orang itu baik mengunakan alat maka alatnya juga akan berfungsi dengan baik. Tapi kalau pengguna alat itu buruk maka alatnya juga akan bekerja buruk” Lanjutnya.
“Maka pada intinya, kami Ipmapus cabang Mamuju mengecam tindakan represif Satpol PP terhadap massa aksi. Juga mengutuk keras PJ Sulbar yang saat ini menjadi pemimpin tertinggi di Sulbar yang tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada” ,
“Jadi kita mau liat bagaimna sikap PJ Gubernur untuk mengevaluasi pimpinan satpol PP. Jika memang apa yang di lakukan satpol PP ini bukan sebab pengaruh PJ Sulbar maka kita minta PJ mencopot pimpinan satpol PP dan mengevaluasi beberapa anggotanya bahkan pecat saja yang tdak bermental pengamanan tetapi bermental preman tarung jalanan” Tutup Akbar.









LEAVE A REPLY