
Keterangan Gambar : Salah satu pedagang sapi saat ditemui di Jl Insinyur Juanda, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (8/7/2022).
ESENSI7.COM,MAMUJU-Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak berpengaru terhadap penjualan sapi kurban di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Meski PMK tersebut telah ditetapkan menjadi wabah nasional setelah sejumlah daerah di Indonesia terjangkit.
Sapi merupakan salah satu hewan yang berkuku, sangat mudah terjangkit dari wabah PMK tersebut.
Salah satu pedangan sapi di Mamuju, Rusalan mengatakan penjualan sapi saat ini tergolong normal dan lancar saja.
"Sudah sebulan membukan tempat penjualan sapi untuk hewan kurban, sudah 20 ekor lebih sapi saya telah terjual," terang Ruslan saat ditemui, Jumat (8/7/2022).
Ia mengatakan pembelian sapi kurban tidak terpengaruh terkait wabah pmk karena sapi lokal bebas pmk.
Dikatakan pihak karantina pertanian telah melakukan karantina selama 14 hari sebelum diperjual belikan.
"Sehinga sapi yang ia jual bebas dari wabah pmk dan masyarakat yang membeli juga tidak khawatir," lanjutnya.=
Ruslan menjamin sapi yang ada ditempatnya tidak ada yang mengidap penyakit, lantaran dirinya selalu memantau kondisi sapinya, serta memberikan makanan dan vitami yang cukup.
Harga sapi di Mamuju berdasar pada besar kecilnya sapi, 66mulai dari harga Rp 12 juta hingga Rp 25 juta perekor.(salman).









LEAVE A REPLY