Home Mamuju Penduduk Miskin Sulbar Kembali Meningkat, Maret 2022 Capai 165,72 Ribu Jiwa

Penduduk Miskin Sulbar Kembali Meningkat, Maret 2022 Capai 165,72 Ribu Jiwa

517
0
SHARE
Penduduk Miskin Sulbar Kembali Meningkat, Maret 2022 Capai 165,72 Ribu Jiwa

Keterangan Gambar : Penjelasan profil penduduk miskin Sulbar dari BPS Sulbar hingga Maret 2022, Jumat (15/7/2022).


ESENSI7.COM, MAMUJU- Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi  Barat (Sulbar) kembali merilis profil kemiskinan di Sulbar, Jumat (15/7/2022). 

Jumlah penduduk miskin di Sulbar hingga Maret 2022 mencapai 165,72 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 0,27ribu jiwa jika dibandingkan September 2021. 

Namun mengalami peningkatan sebesar 8,53 ribu jiwa jika dibandingkan periode yang sama, yakni Maret 2021. 

Persentase penduduk miskin hingga Maret 2022 ini sebesar 11,85 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama, Maret 2021 sebesar 11,29 persen. 

BPS melihat kemiskinan sebagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. 

Koordinator fungsi statistik BPS Sulbar, Heni Djumadi menyebut indikator kemiskinan sangat penting untuk melihat sejauh mana pembangunan yang ada di Sulbar ini. 

"Hasil ini adalah hasil survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan dua kali dalam satu tahun, yakni Maret dan September," terang Heni Djumadi dalam rilis via youtube. 

Dijelaskan penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan maka dinyatakan sebagai penduduk miskin. 

Penduduk yang berada di atas garis kemiskinan tidak tergolong penduduk miskin. Garis Kemiskinan sebesar Rp. 405.187,- per kapita per bulan, Maret 2022. 

Sementara itu, di daerah perkotaan pada Maret 2022 mengalami peningkatan sebesar 0,27 ribu jiwa absolute jumlah penduduk miskin dibandingkan bulan September 2021. 

Jika dibandingkan selama setahun (Maret 2021), terjadi peningkatan absolute jumlah penduduk miskin sebesar 0,17 ribu jiwa. 

Gambaran penduduk miskin di Sulbar pada Maret 2022 disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, produksi padi, nilai tukar petani. 

Kemudian pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terus terjadi dan faktor tingkat pengangguran terbuka.(slm).