ESENSI7.COM MAJENE- Pemprov Sulbar menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) dalam rangka pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RKPD-APBD 2023 Sulbar, di Aula BPMP Majene, Selasa (4/07/2023).
Dalam rapat tersebut dihadiri langsung oleh PJ gubernur Sul-Bar prof. Zudan Fakrulloh dan seluruh pimpinan OPD salah satunya kepala dinas perkebunan Sulbar Syamsul Ma'rif.
Dalam kesempatan itu Kadis Perkebunan menjelaskan bahwa Dinas Perkebunan Sulawesi Barat memberi kontribusi nyata pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Ia juga menyatakan "Dinas Perkebunan Sulawesi Barat adalah salah satu Dinas yang dibentuk untuk melakukan interfensi terhadap pengurangan kemiskinan sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan petani pekebun di Sulawesi Barat" tegas Kadis kelahiran Mamasa tersebut.
"Hal ini dapat dilihat dari tujuan dibentuknya dinas ini yaitu Meningkatkan kapasitas pengelolaan perkenunan berbasis kawasan perkebunan berkelanjutan yang adaptif, inovatif dan Transformasi Digital. Sasaran yang ingin dicapai adalah Meningkatnya produksi hasil komoditas perkebunan dan meningkatnya kualitas hasil, pemberdayaan, serta penguatan sumber daya perkebunan berkelanjutan. Sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan perkebunan di Sulaesi Barat, maka ditetapkan 4(empat) indikator utama (IKU) Dinas Perkebunan Sulawesi Barat" Lanjut Syamsul.
"Keempat IKU tersebut adalah 1. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengn target 21,14 persen dari 17,43 persen., 2. Mempertahankan Peningkatan produksi rata rata rata pertahun sebanyak 1,2 persen., 3. Mempertahankan Peningkatan Produktifitas Rata-rata komoditas Perkebunan pada posisi 0,51 persen dan 4. Meningkatkan Nilai Tukar Petani dari 137 poin menjadi 138 poin" ,
"Untuk mewujudkan Tugas dan fungsi serta indikator kinerja diatas, maka Dinas Perkebunan Sulawesi Barat melakukan program dan kegiatan yang sumber pembiayaannya dari APBD dan APBN. Pada tahun anggaran 2023 ini, dibuat program dan kegiatan berupa Perluasan areal, Intensifikasi, Pendampingan demplot/Peningkatan kapasitas petani dan kegiatan pro rakyat lainnya yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan dan juga kegiatan lain yang berpengaruh secara tidak langsung pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Barat" ,
"Dengan adanya sumber penganggaran yang minim, maka semua kegiatan Perkebunan lebih difokuskan pada empat komoditas unggulan saja yaitu: Kopi, Kakao, Kelapa Dan Sawit. Untuk tahun anggaran 2023, Dinas Perkebunan Sulawesi Barat akan melakukan interpensi kegiatan langsung kepada masyarakat baik dari APBN maupun dari APBD melibatkan 150 kelompok tani {3.751 petani} dan lokasinya menyebar kesemua Kabupaten di Subar dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
Perluasan Areal Tanaman Kakao 150 ha ( 6 klp = 150 petani}
Intensifikasi Tanaman kakao 400 ha (65 klp = 1625 petani}
Perluasan Areal Tanaman Kopi 150 ha (17 klp = 425 petani)
Intensifikasi Tanaman Kopi 200 ha ( 29 klp = 725 petani}
Intensifikasi Kelapa Dalam 200 ha ( 27 klp = 675 petani)
Perluasan areal Kelapa Genja 100 ha (6 Klp = 150 petani)
Sampai Semester pertama tahun anggaran 2023 ini realisasi interpensi kegiatan pada kelompok, baru mencapai 38 kelompok sasaran dengan 950 petani. Akan tetapi diharapkan sebelum tutup semester kedua. Target capaian sasaran perencanaan dapat dicapai 100 persen" Jelasnya.
"Selain kegiatan pokok diatas, terdapat juga kegiatan yang bersifat mandatori terutama dalam pengelolaan sawit rakyat. Tahun anggaran 2023 ini kegiatan utama untuk interpensi kepetani sawit adalah Penetapan Harga Tandan Buah Segar Sawit setiap bulan dan Sertifikasi bibit sawit untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan juga untuk penggunaan benih pengembangan sawit rakyat secara mandiri. Dengan kegiatan penetapan Harga TBS setiap bulan, menjamin harga sawit tetap stabil sehingga petani sawit mendapat jaminan harga yang memadai. Dengan demikian 41.932 petani sawit di Sulbar dapat menikmati harga sawit yang stabil" harap Syamsul Ma'rif.









LEAVE A REPLY