ESENSI7 COM MAMUJU-
Ketua Umum Komisariat IMM Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Mamuju, Menyayangkan sikap Pasif Rektor dalam mengevaluasi Mu'fidatul Nurul Hajjad Ketua LPPM (Lembaga Peneletian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) lantaran sikapnya terhadap Ortom, Hizbul wathan pada 17 Agustus kemarin.
Sebelumnya Muammar Fauzan A.M yang juga sebagai Ketua Posko KKN, Mempertanyakan tentang surat edaran yang ditanda tangani Ketua Panitia KKN (Mu'fidatul Nurul Hajjad), yang melarang Keterlibatan Kader HW dalam Agenda Pelaksanaan Musyawarah Wilayah Hizbul Wahthan Sulawesi Barat, Padahal telah diminta secara resmi oleh Pimpinan Wilayah Hizbul Wathan.
Fauzan Mengingatkan Kampus Unimaju dan Rektor, "Bahwa Peran Ortom tidak boleh dilepaskan, dan Kampus sebagai amal usaha muhammadiyah semestinya memberikan dukungan lebih untuk terlibat dalam agenda pelaksanaan dan Pengembangan Kader, sebagai bagian dari Mandat Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah"
"Kehadiran Hizbul Wathan jauh lebih tua dari Ortom AMM, Ia adalah gerakan kepanduan Muhammadiyah, Dukungan terhadapnya mesti diberikan, tidak boleh ada intimidasi yang tidak berdasar seperti pelarangan hadir dengan ancaman nilai dan lain-lain, terlebih Kader Hizbul wathan hanya berapa orang saja yang berangkat KKN, dan berbeda posko, Izin pun tidak lebih dari 3 hari, tapi Ketua Panitia KKN ini bersikeras, seolah dia yang punya kampus dan Muhammadiyah, memang siapa dia di Muhammadiyah", Tegas Fauzan
Belum lagi sikapnya yang memprovokasi Kader IMM, di Lokasi Posko KKN, dengan narasi intimidatif yang menantang Kader IMM untuk melakukan Aksi Demonstrasi,
Menunjukkan betapa berbahayanya Arogansi Pimpinan Kampus terhadap mahasiswanya.
Fauzan Juga meminta Ketua LPPM di copot dari kampus, karena tidak memberikan respect sama sekali kepada Ortom, dan memperlihatkan Arogansi yang berlebihan.
"Saya meminta kepada Rektor Unimaju, Untuk mencopot Ketua LPPM, dalam Hal ini Mu'fidatul Nurul Hajjad, lantaran sikapnya sama sekali tidak mencerminkan nilai kemuhammadiyahan, Sangat tidak representatif, sebagai bagian dari BPH yang mesti menunjukkan sikap kedewasaan, Bukan Arogansi, Amal Usaha Muhammadiyah, Jelas tidak akan berkembang di bawah kaki tangan orang orang seperti ketua LPPM" tutup Fauzan.









LEAVE A REPLY