Home Mamuju Ketua Hipermakes Desak RSUD Provinsi Sulbar di Evaluasi Besar-Besaran & Direktur di Non Job kan

Ketua Hipermakes Desak RSUD Provinsi Sulbar di Evaluasi Besar-Besaran & Direktur di Non Job kan

396
0
SHARE
Ketua Hipermakes Desak RSUD Provinsi Sulbar di Evaluasi Besar-Besaran & Direktur di Non Job kan

ESENSI7.COM MAMUJU-

Kabar pasien meninggal dunia setelah ditolak di IGD RSUD Sul-Bar viral di media sosial. Kejadian tersebut mendapat respon dari berbagai pihak sebab dianggap sangat memprihatinkan.

Tidak berselang lama setelah kabar tersebut tumpah ruah di sosmed, direktur RSUD Prov. Sulbar beserta jajarannya membuat klarifikasi bahwa pihak RS tidak ada maksud untuk menolak  pasien tersebut.

Karenanya, Irwan Ketua Hipermakes Cabang Mamuju sangat menyayangkan ungkapan yang dilorntarkan Direktur RS. Regional tersebut “kami menganggap klarifikasi tersebut adalah pembelaan diri agar bisa mengembalikan nama baiknya saya yakin  keluarga pasien juga makin sedih mendengar kalimat itu di tengah duka yang menyelimuti mereka” ungkapnya.

Ia menegaskan untuk berhenti melakukan pembenaran “sudah jelas bahwa petugas IGD  RSUD ini sudah lalai dalam melakukan penanganan terhadap pasien, oleh karena itu Direktur harus segera di Non-Jobkan dan petugas IGD harus di evaluasi dan Mutasi” Lanjut Irwan.

“Ini sudah melanggar poresedur penanganan gawat darurat, pada prinsipnya penanganan gawat darurat adalah terdiri dari ABCDE merupakan singkatan dari Airway (saluran napas), Breathing (pernapasan), Circulation (sirkulasi), Disability (kecacatan), dan Exposure (paparan)”Jelas Irwan.

Irwan menyampaikan kondisi pasien saat itu yakni (circulation) yang bermasalah “sirkulasi darah yang harus segera ditangani. Pasien tersebut  mengalami pendarahan hebat,  harusnya dalam kondisi apapun harus ditangani, paling tidak jika memang pasien harus dipindahkan ke RS yang lain setelah ditangani luka perdarahan dan di infus paling tidak diantar oleh ambulance. Seperti yang kita ketahui di ambulance memiliki fasilitas  salah satunya ada standar infus ada oksigen dan lain lain” Tegasnya.

“Pertanyaan kemudian apakah pasien ditangani pendarahannya sebelum di suruh ke RS lain..? apakah pasien Diinfus sebelum disuruh ke RS lain..? Apakah pasien diantar menggunkan Ambulans.? Jika tidak, tidak usah melakukan pembelaan terus menerus. Ini penting masyarakat juga tau” Tutup Irwan.