ESENSI7.COM MAMUJU-Aktivis Sulawesi Barat, Muh. Ahyar yang juga merupakan demisioner Ketua BADKO HMI Sulselbar mendesak kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam tata kelola birokrasi.
Desakan ini muncul sebagai respons atas beberapa rentetan aksi yang dilakukan di kantor Kemenag Sulbar terkait beberapa kebijakan yang baru baru ini dilakukan oleh kepala Kemenag Sulbar, atas dugaan praktik kolusi, dan nepotisme dalam pengangkatan dan rotasi pejabat di lingkungan kementerian agama Sulawesi Barat.
Ahyar berharap mulai saat ini kanwil harus benar benar memperhatikan setiap kebijakan dan keputusan termasuk dalam proses pengusulan untuk mengisi posisi harus berdasarkan dan mengacu kepada syarat dan ketentuan hukum yang berlaku, terutama memperhatikan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) sebagai instrumen penting dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), yang seharusnya menjadi rujukan dalam sistem merit.
Lanjut Ahyar, dia mengungkapkan bahwa kita harus menghindari hal hal yang dapat mengganggu kinerja pak kanwil, terutams indikasi serius yang bisa menunjukkan adanya penyimpangan dari setiap keputusan, apa lagi bersifat kolusi dan nepotisme.
Untuk itu kami meminta pak menteri agama melalukan pantauan atau bentuk apapun caranya untuk mendeteksi setiap usulan yg dilakukan oleh kanwil Kemenag Sulbar, agar terhindar dari KKN sebagai upaya agar tidak terjadi lagi riak riak, yg dapat mencederai lembaganya dan nama baik pak kakanwil.
“Ahyar menegaskan bahwa evaluasi objektif sangat penting untuk memastikan setiap proses pengangkatan pejabat publik berjalan sesuai prinsip good governance. Ia juga mengingatkan bahwa dugaan praktik KKN tidak hanya mencederai integritas institusi, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama, khususnya di Sulawesi Barat.
“Jabatan publik tidak boleh diperjualbelikan atau ditentukan oleh kedekatan. Harus ada standar kompetensi, rekam jejak, dan integritas yang menjadi dasar utama,” tegasnya. Kami mengingatkan karna kami mencintai institusi ini.









LEAVE A REPLY